BERITA DRN TERKINI

 

 

Segenap Anggota Dewan Riset Nasional dan Staf Sekretariat mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si (Anggota Dewan Riset Nasional Komis Teknis Sosial Humaniora, Pendidikan, Seni dan Budaya Periode 2019 - 2022) yang telah menerima pengukuhan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB).

Beliau dikukuhkan pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 dan memberikan orasi ilmiah mengenai Implikasi Ekonomi Inklusi Keuangan terhadap Kualitas Pembangun Nasional: Fakta, Tantangan, dan Strategi.

Salam Sukses dan Semangat Membangun Negeri Indonesia Menjadi Lebih Baik !

 
(K)


 

 

Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan pertemuan dengan Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR Fraksi PDI-P di Ruang Sumatera Hotel Millenium Jakarta pada Rabu (11/12/2019). Pertemuan ini diinisiasi oleh Bu Rieke, didorong oleh: Kekhawatiran bahwa R-Perpres akan melemahkan amanah UU No. 11/2019 dan gagasan "holding" yang beredar dalam pembentukan organisasi BRIN.

UU No. 11/2019 merupakan terobosan dan membawa paradigma baru yang meletakkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan dan berpedoman pada haluan ideologi Pancasila (Pasal 5.a). Perubahan paradigma untuk tidak melihat Iptek sebagai science for science, tetapi science for humanity mambangun budaya evidence-based policy, science -based development. Tidak mungkin negara maju tanpa Iptek yang kuat atau tanpa landasan Iptek.

Dalam pertemuan tersebut, BRIN diharapkan tidak hanya memindahkan Kemenristekdikti menjadi Kemenristek/BRIN. Presiden menghendaki agar BRIN mempunyai kekuatan untuk mengintegrasikan struktur, program dan anggaran. Dalam hal ini, di sisi DPR, telah dipersiapkan melalui Prolegnas telah memprioritaskan amandemen Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 17/2007 tentang Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional disesuaikan dengan UU No. 11/2019.

Bu Rieke berkata, “Jangan sampai terjadi seperti halnya saat Kemenperin membuat Roadmap Pembangunan Industri (RIPIN) dengan 10 (sepuluh) prioritas yang merangkum proses hulu hingga hilir (Industri Pangan), kemudian justru muncul Revolusi Industri 4.0 (AT Kearney) yang penekanannya pada hilirisasi (food and beverage). Persoalan hilirisasi, perlu dilihat dari sisi hulunya yang mestinya bisa dipenuhi juga oleh produk local

Ibu Rieke mengharapkan dukungan DRN untuk proses penetapan organisasi kelembagaan BRIN dapat segera diterima dan diselesaikan tanpa kegaduhan. Jika organisasi BRIN tidak seperti yang diharapkan, sebagai salah satu pembuatnya, berencana akan mengajukan Perpres BRIN ke Mahkamah Konstitusi.

Pak Jumain selaku Deputi Penguatan Inovasi di Kemenristek ikut hadir di pertemuan ini dan memberikan tanggapan, bahwa terdapat 3 (tiga) skenario BRIN: (1) LPNK dilebur, (2) LNPK Ristek tidak dilebur tetapi berada di bawah komando Kemenristek/BRIN dengan Litbangkem berada di bawah koordinasi 5 bidang BRIN, dan (3) sama dengan alternative (2) tetapi hanya bersifat tag-in.

Beliau berkata, “sesungguhnya dari sejak awal telah disadari bahwa “persoalan” anggaran Iptek, lebih banyak di Litbangkem. Kontatasi Presiden berkaitan dengan Kurang sinkronnya kegiatan litbangjirap dan litbangkem dengan LPNK Ristek. Untuk itu, alternative (2) menjadi preferensi: LPNK tetap dengan penyesuaian tugas pokok dan fungsi, sementara Litbangkem berada dilebur ke dalam 5 bidang BRIN”

DRN saat ini penting memberi masukan dalam triple helix. BRIN memerlukan dapur untuk merumuskan dan memberikan pertimbangan kebijakan keputusan BRIN tentang arah pembangunan, prioritas dan pembangunan Iptek di daerah.

Hasil pertemuan ini akan menjadi bahan masukan Internal BP DRN dan pertimbangan langkah lanjut dalam mendukung kelembagaan BRIN.

 

 

(AES/edit:K)

 
Foto Lainnya

 



 

 

Dewan Riset Nasional (DRN) menggelar Sidang Paripurna DRN ketiga di Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta pada Senin (2/12/2019). Dalam sidang paripurna tersebut, DRN merekomendasikan bentuk kelembagaan dan tupoksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengembangan sembilan inovasi unggulan, serta peran DRN dan Dewan Riset Daerah (DRD).

BRIN merupakan amanat UU No. 11/2019 Pasal 48 yang diatur dalam Peraturan Presiden, diharapkan menjadi holding research institute yang tugasnya mensinergikan sumber daya riset, iptek, inovasi yang tersebar, terpecah dan turmpang tindih. BRIN juga bertugas merumuskan kebijakan iptek yang fokus, terarah, terbangun kerjasama sinergis, serta mengatur alokasi dan distribusi sumber daya iptek agar tepat sasaran.

Dalam rekomendasinya, DRN juga berharap BRIN mampu memperkuat iptek dan inovasi untuk mewujudkan indonesia maju yang berdaya saing. Selain itu, BRIN menjadi simpul dan dirigen pelaksanaan iptek-inovasi yang mengkoordinasi BPPT, LIPI, LAPAN, BIG, BATAN, BAPETEN, BSN, Litbang Kementerian/ Lembaga dan LPPM Perguruan Tinggi.

Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro menyambut baik penyelenggaraan Sidang Paripurna DRN yang bertujuan memetakan kebutuhan riset Indonesia menuju Indonesia Maju di tahun 2045. Ia mengatakan akan mengakomodasi rekomendasi inovasi DRN yang terdiri dari 9 bidang hasil bahasan komisi teknik DRN.

Menristek mengatakan inovasi yang diciptakan peneliti harus disesuaikan dengan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini dan menonjolkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Pertimbangan dalam prioritas riset dan inovasi di masa depan harus bergantung pada hal yang dapat dimanfaatkan dan berguna untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

Dalam kesempatan ini Menteri Bambang Brodjonegoro mengajak para peneliti, akademisi dan inovator untuk selalu meningkatkan kualitas riset dan inovasinya. Jika pengembangan inovasi Indonesia hanya berjalan secara biasa tanpa disertai lompatan-lompatan besar, hal tersebut akan menghambat Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.

Dalam sidang paripurna tersebut, Ketua DRN Bambang Setiadi memaparkan sembilan bidang prioritas riset nasional. Pertama, untuk sektor kesehatan dan obat adalah inovasi untuk penurunan kematian karena penyakit degeneratif, pengembangan stem cell untuk mendukung pariwisata kesehatan, dan obat kanker melalui pemanfaatan bahan alam. Kedua, dari bidang pertahanan dan keamanan, DRN mengusulkan pengembangan radar CGI dan keamanan siber sebagai program integrasi nasional.

Ketiga, di bidang pertanian dan pangan, Kemenristek/BRIN dan lembaga litbangjirap dalam koordinasinya dapat mengembangkan pangan fungsional berbasis sumberdaya lokal serta pengembangan industri ingredient intermediate (aneka tepung, pasta dan chip) sebagai bahan baku industri pangan, pakan dan farmasi. DRN juga mengusulkan implementasi smart farming, supply chain dan logistics.

Keempat, untuk bidang material maju, DRN mengusul pembangunan industri material maju nasional, berbasis mineral lokal untuk penguatan sektor industri tersebut. Kelima, dalam sektor sosial humaniora, inovasi unggulannya adalah membangun SDM unggul dan ekonomi berdaya saing berbasis inovasi mencakup smart people dan smart economy.

Keenam, dalam bidang energi, DRN mengharapkan adanya upaya dekarbonisasi sektor energi. Ketujuh, dalam bidang transportasi diharapkan adanya kapal tangki minyak nabati

Kedelapan, bidang infrastruktur smart self healing pavement. Terakhir di bidang lingkungan kebencanaan, diharapkan adanya disaster science and techno park serta sistem informasi inovasi manajemen dan kebijakan lingkungan dan kebencanaan nasional yang terintegrasi.

(http://technology-indonesia.com/lain-lain/umum-lain-lain/drn-rekomendasikan-pengembangan-9-inovasi-unggulan/)

 

 

berita terkait :

1. BRIN dan Perguruan Tinggi (Kompas, Bambang Setiadi)

2. Sidang Paripurna DRN III Berikan Rekomendasi Inovasi (Info Publik)

3. DRN Rekomendasikan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan (Technology Indonesia)

4. Menristek Dorong Peneliti Prioritaskan Riset yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat Luas (RRI)

5. DRN Sampaikan Usulan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan ke Menristek (Antara News)

6. Menristek Dorong Inovasi Untuk Hidupkan Kembali Industri Indonesia (Antara News)

7. Kualitas Kurang, Daya Saing Indonesia Turun (Media Indonesia)

8. Ini Sembilan Bidang Prioritas Riset Nasional (Suara.com)

9. Menristek/Kepala BRIN Dorong Peneliti Prioritaskan Riset dan Inovasi yang Memiliki Dampak Langsung Bagi Masyarakat Banyak (Kemendagri.go.id)

10. Menristek sebut Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Elshinta)

11. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Republika)

12. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (kantorpemuda.com)

13. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Jayabaya)

14. Ini Sembilan Bidang Prioritas Riset Nasional (Klikpositif.com)

15. DRN Sampaikan Usulan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan ke Menristek (Line Today)

 

 

 

Presentasi Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional Tahun 2019
Foto Lainnya

 

 

#SiaranPersKemenristek_BRIN
Nomor : 274/SP/HM/BKKP/XI/2019


Menristek/Kepala BRIN Dorong Peneliti Prioritaskan Riset dan Inovasi yang Memiliki Dampak Langsung Bagi Masyarakat Banyak

 

Jakarta – Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan inovasi yang diciptakan peneliti harus disesuaikan dengan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini dan menonjolkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Menteri Bambang mengungkapkan pertimbangan dalam prioritas riset dan inovasi di masa depan harus bergantung pada hal yang dapat dimanfaatkan dan berguna untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

“Jangan sampai kita mengusulkan inovasi dari sisi kemampuan peneliti atau keberadaan teknologinya saja. Tapi kita harus bisa mendorong inovasi yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak dan justru jika belum menguasai teknologinya, kita (generasi millenial Indonesia) harus kuasai dulu teknologinya,” ujarnya saat menjadi Pembicara Kunci pada Penutupan Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional di Hotel Aryaduta Jakarta (2/12).

Menteri Bambang menyambut baik penyelenggaraan Sidang Paripurna Dewan Riset Nasional (DRNl yang bertujuan untuk memetakan kebutuhan riset Indonesia menuju Indonesia Maju di tahun 2045. Menteri Bambang mengatakan akan mengakomodasi rekomendasi inovasi dari Dewan Riset Nasional (DRN) yang terdiri dari 9 bidang hasil bahasan komisi teknik DRN.

“Kami melihat dari sisi bahwa kami sudah punya prioritas riset nasional sembilan bidang, dengan empat puluh sembilan produk. Tentunya usulan dari DRN untuk inovasi baru itu akan kami coba akomodir masukan-masukan yang ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Menteri Bambang mengajak para peneliti,  akademisi dan inovator untuk selalu meningkatkan kualitas riset dan inovasinya. Jika pengembangan inovasi Indonesia hanya berjalan secara biasa tanpa disertai lompatan-lompatan besar, Menteri Bambang menilai hal tersebut akan  menghambat Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045. Setiap negara saat ini berlomba-lomba menjadikan inovasi sebagai pengungkit perekonomian negaranya, saat ini riset dan inovasi bukan lagi menjadi sebuah pilihan namun sebuah keharusan.

“Apa yang kira-kira mengancam mimpi Indonesia menjadi negara maju di 2045 tak tercapai? Adalah kalau Indonesia tidak bisa 'mengupgrade' dirinya. Kita tidak lagi bisa melakukan  ‘business as usual’ seperti biasa, melainkan kita harus mulai bergerak ke arah inovasi, karena saat ini inovasi bukan lagi sebuah sebuah pilihan namun sudah menjadi sebuah keharusan. Bahkan inovasi harus dibudayakan sejak dini (enculturation of innovation)”.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DRN Bambang Setiadi memaparkan sembilan bidang prioritas riset nasional.

1. Untuk sektor kesehatan dan obat adalah inovasi penyakit degeneratif, stem cell untuk mendukung pariwisata kesehatan, obat kanker dengan bahan alam serta institut kesehatan nasional.

2. Dari bidang hukum dan keamanan, DRN mengusulkan pengembangan radar CGI dan keamanan siber sebagai program integrasi di tingkat DRN.

3. Di bidang pertanian dan  pangan, Kemenristek/BRIN dan lembaga litbangjirap dalam koordinasinya dapat mengembangkan pangan fungsional dan bahan berbasis pangan lokal dengan pendekatan teknologi-teknologi dalam revolusi industri 4.0.

4. Untuk bidang material maju, DRN mengusul pembangunan industri material maju nasional, berbasis mineral lokal untuk penguatan sektor industri tersebut.

5. Dalam sektor sosial humaniora, inovasi unggulannya adalah membangun SDM unggul dan ekonomi berdaya saing berbasis inovasi  mencakup smart people dan smart economy.

6. Dalam bidang energi, DRN mengharapkan adanya upaya dekarbonisasi sektor energi.

7. Sementara itu, dalam bidang transportasi diharapkan adanya kapal tangki minyak nabati

8. Bidang  infrastruktur 'smart self healing pavement'.

9. Terakhir di bidang lingkungan kebencanaan, diharapkan adanya disaster science and techno park dan sistem informasi inovasi manajemen dan kebijakan lingkungan dan kebencanaan nasional yang terintegrasi.

Sebelumya, pemerintah juga telah menetapkan 49 agenda prioritas riset nasional (PRN) dalam lima tahun ke depan sebagai fokus kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap).

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Penguatan Inovasi Jumain Appe, seluruh Anggota DRN, Perwakilan 87 Dewan Riset Daerah (DRD), Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Perguruan Tinggi, KADIN, dan Swasta dari seluruh Indonesia, serta para tamu undangan lainnya.


 

 
Dwi Rizqa Ananda, Firman Hidayat, dan Yayat Hendayana
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik

Fotografer : Ardian Syahputra

Twitter: @KemenristekBRIN
Facebook: Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN
Instagram: @ristekdikti
YouTube: Kemenristek/BRIN
Website : https://ristekdikti.go.id
Google Play: G-Magz

#KerjaBerdampak
#InovasiIndonesia
#BikinIndonesiaMaju
#SDMUnggul
#IndonesiaMaju
#SDMUnggulanIndonesiaMaju
#RistekBRIN
#RistekBRINBranding
 

 

berita terkait :

1. BRIN dan Perguruan Tinggi (Kompas, Bambang Setiadi)

2. Sidang Paripurna DRN III Berikan Rekomendasi Inovasi (Info Publik)

3. DRN Rekomendasikan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan (Technology Indonesia)

4. Menristek Dorong Peneliti Prioritaskan Riset yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat Luas (RRI)

5. DRN Sampaikan Usulan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan ke Menristek (Antara News)

6. Menristek Dorong Inovasi Untuk Hidupkan Kembali Industri Indonesia (Antara News)

7. Kualitas Kurang, Daya Saing Indonesia Turun (Media Indonesia)

8. Ini Sembilan Bidang Prioritas Riset Nasional (Suara.com)

9. Menristek/Kepala BRIN Dorong Peneliti Prioritaskan Riset dan Inovasi yang Memiliki Dampak Langsung Bagi Masyarakat Banyak (Kemendagri.go.id)

10. Menristek sebut Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Elshinta)

11. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Republika)

12. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (kantorpemuda.com)

13. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Jayabaya)

14. Ini Sembilan Bidang Prioritas Riset Nasional (Klikpositif.com)

15. DRN Sampaikan Usulan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan ke Menristek (Line Today)

 

 

Presentasi Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional Tahun 2019 Foto Lainnya

 

 

 

Segenap Anggota Dewan Riset Nasional dan Staf Sekretariat mengucapkan selamat kepada Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH, Ph.D. (Anggota Dewan Riset Nasional Komis Teknis Kesehatan dan Obat Periode 2019 - 2022) yang telah menerima penghargaan Habibie Award Periode XXI Tahun 2019 pada Bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi.

Penghargaan tersebut diberikan kepada perorangan atau badan yang dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan berbagai kegiatan IPTEK yang baru (innovative) serta bermanfaat secara berarti (significant) bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian.

Salam Sukses dan Semangat Membangun Negeri Indonesia Menjadi Lebih Baik !

 
(K)