BERITA DRN TERKINI

Kamis 7 Juni 2018, Dewan Riset Nasional ( DRN ) melalui Tim Adhoc, Tim para Ketua Komisi Teknis, dan Tim Sekretariat mengunjungi kediaman rumah Bapak Prof. B. J. Habibie Presiden Ke 3 Republik Indonesia di Kuningan Jakarta Selatan. Dengan tujuan DRN meminta arahan dari Bapak Prof. B. J. Habibie tentang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi ( Iptek ) dan Inovasi terkait didalam kajian didalam pembangunan Berbangsa dan Bernegara.

Ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU mengatakan tujuan dari DRN mengunjungi Bapak Prof. B. J. Habibie adalah DRN meminta arahan dan saran dari Bapak Prof. B. J. Habibie terkait tentang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi ( iptek ) dan kajian terkait dalam pembangunan Bangsa dan Negara, perwakilan DRN terdiri dari Tim Adhoc, Tim para Ketua Komisi Teknis, dan Tim Sekretariat, sesuai dengan arahan dan saran Bapak  Prof. B. J. Habibie sewaktu menjadi pembicara disidang paripurna DRN di Solo pada tahun 2016 yang mengarahkan DRN untuk mengembangkan Inovasi, karena apabila bangsa Indonesia hanya mengandalkan sumber kekayaan alam saja maka beberapa tahun kedepan akan habis. oleh karena itu DRN sudah mengusulkan RUU Inovasi ke DPR-RI, mengapa undang-undang Inovasi penting karena semua Negara yang maju didunia sudah memiliki Undang-undang inovasi sendiri yang menyebutkan adanya strategi inovasi, Dewan inovasi dan dana inovasi. DRN juga sudah melakukan berbagai cara untuk merevisi UU 18/2002 tentang Sisnas Iptek yang hanya menjelaskan inovasi sebagai devisi saja, bukan sebagai pokok pikiran utama dari undang-undang tersebut. Dan tidak menyebutkan nama Dewan Riset Nasioal ( DRN ) dan Dewan Riset Daerah ( DRD ) didalam pasalnya.   

Bapak Prof. B. J. Habibie mengatakan Dewan Riset Nasional didirikan dengan maksud dan tujuan untuk menjadi wadah berkumpulnya para ahli, pakar, pengusaha dan akademisi yang diketuai oleh Presiden sehingga dapat menyampaikan pendapat dan sarannya kepemerintah pusat untuk kemajuan bangsa Indonesia. Karena semua Presiden harus mempunyai program pembangunan bangsa yang masukan programnya dari para ahli dibidangnya yang ada di DRN, DRN juga bisa membina DRD didaerah supaya dari pemikiran DRD didaerah dapat memajukan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial didaerah, maka waktu saya menjadi Presiden saya menyarankan pembentukan Otonomi daerah sebagai bentuk pemerataan pembangunan didaerah. DRD harus dapat menampung sumber manusia yang dapat menciptakan pertumbuhan bangsa, Indonesia bukan Negara islam, akan tetapi sebuah Negara yang mengakui adanya tuhan yang maha esa, yang diatur oleh undang-undang juga yang sesuai dengan pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan yang maha esa. Maka pancasila dijadikan sebagai sekanario pemersatu Berbangsa dan Bernegara.

DRD harus bekerjasama dengan partai-partai politik dan tokoh politik dalam menyusun garis besar haluan daerah yang disusun bersama dalam membahas masalah dan solusi terbaik yang ada didaerah untuk kemajuan ekonomi didaerah dalam pemerataan pembangunan. bukan dibuat dari Pemerintah pusat yang tidak tau permasalahan didaerah sehingga kurang tepat sasarannya, juga DRN harus berkoordinasi dengan partai-partai politik, Kepala Bappeda, Kepala Balitbang dalam menentukan kebijakan sehingga partai-partai politik tidak bisa menentukan sendiri arah kebijakannya tanpa mengetahui permasalahan yang ada dinegara. Jadi intinya peran DRN dan peran DRD harus dapat membuat garis besar haluan Negara sebagai bentuk arah untuk masukan ke Presiden yang sedang menjabat atau pun Presiden yang akan datang untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Intinya DRN dan DRD sangat penting dan dibutuhkan untuk kemajuan Bangsa, mengapa karena semua Negara maju didunia mempunyai DRN yang langsung diketuai oleh Presiden. ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya