BERITA DRN TERKINI

Dewan Riset Nasional (DRN) mengadakan Webinar III dengan tema " Keaneka-ragaman Hayati Dalam Mendukung Produk Riset dan Inovasi Nasional " pada hari Rabu (18/11/2020) secara online. 

Webinar ke III DRN ini merupakan salah satu arahan Menteri Ristek / Kepala BRIN pada SP DRN tanggal 27 Agustus 2020. Menristek/Ka BRIN berharap inovasi di bidang keragaman-hayati dapat menjadi lompatan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tidak mudah tersaingi oleh negara lain.

Pada kesempatan ini, Ketua DRN juga melakukan launching buku berjudul “Peran Strategis Inovasi Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi”. Buku ini merupakan hasil pemikiran DRN dari  9 Komisi Teknis, yang disusun oleh Tim Penyunting yang diketuai Wakil Ketua DRN. Buku ini  awalnya berjudul “Peran Strategis Inovasi Dalam Meningkatkan PDB” yang telah diserahkan kepada Menteri Ristek/ Kepala BRIN pada saat SP DRN 27Agustus yang lalu. Setelah SP DRN, buku disempurnakan berdasarkan masukan-masukan dari Menteri Ristek/Ka. BRIN, terutama pada judul.

Buku ini rencananya dicetak dalam bentuk fisik (hard copy) dan dalam bentuk elektronik (e-book). Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi utama (perguruan tinggi, DRD, swata) dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui inovasi, dan sejalan dengan ini  diharapkan pula dapat dilahirkannya UU Inovasi.

Dengan pilihan tema utama hari ini, dan melalui DRD (84 DRD), diharapkan riset dan inovasi berbaisis keaneka-ragaman hayati lokal dapat menjadi gerakan dalam upaya meningkatkan potensi SDA di daerah, sebagaimana juga yang telah menjadi kebijakan World Bank. Sudah banyak contoh-contoh produk berbasis SD Hayati Indonesia yang telah mendunia seperti pace, cacing,  dan sebagainya. Kemenristek/BRIN telah pula mendorong produk riset dan inovasi berbasis SD Hayati melalui program PUI melalui berbagai kesempatan eksibisi di berbagai tempat di luar-negeri.

Puslit Kopi dan Kakao Indonesia telah berhasil mengembangkan salah satu sumber daya hayati Indonesia dengan menerapkan strategi inovasi untuk meningkatkan nilai tambah berbagai produk dan pelayanan berbasis kakao untuk masyarakat, khususnya para petani dan pengusaha kakao di Indonesia.

Umbi Belitung merupakan salah satu sumber daya hayati lokal yang telah berhasil  mengembangkan teknologi dan berbagai produk olahan (produk antara dan produk siap saji) dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal, begitupun rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang berpotensi untuk pangan masa depan (khususnya sebagai sumber protein nabati), yang perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia dan dunia.

Pengembangan produk lokal berbasis sumber daya hayati diperlukan keberpihakan dan kebijakan Pemerintah Daerah untuk mendukung pengembangan inovasi berbasis pada sumber daya hayati Indonesia.

 

(AES/edit:K)

 
 
Lihat Foto Lainnya