BERITA DRN TERKINI

Jumat 8 Juni 2018, Dewan Riset Daerah ( DRD ) dan Balitang Provinsi Sumatera Utara mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU dan Tim Sekretariat. Dalam kunjungan kali diwakili oleh Sekretaris Balitbang Provinsi Sumatera Utara dan Sekretaris DRD Provinsi Sumatera Utara, tujuan mengunjungi DRN adalah ingin meminta masukan dan saran dari Ketua DRN mengenai masalah-masalah yang ada di Sumatera Utara seperti masalah kemacetan, masalah infrastruktur jalan yang baik, kawasan industry yang sudah tidak berfungsi, masalah pertanian kebanyakan petani karet sekarang merubah tanamannya menjadi jeruk nipis dan tanaman lainnya dan masalah perikanan dimana Peraturan Menteri mengenai alat tangkap yang tidak bisa digunakan dan diterapkan dikawasan laut Sumatera Utara karena selat Malaka merupakan kawasan yang arus dalamnya deras juga masalah tengkulak hasil nelayan, dan rencana awal tahun 2019 akan ada pertemuan dan raker dari 13 DRD Kabupaten kota Provinsi Sumatera Utara.   

Ketua DRN mengatakan mengatakan salah satu tugas utama DRN adalah membina DRD dari seluruh Daerah di Indonesia, yang tiap tahunnya selalu dilaporkan Kementeri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti ), sebagai bentuk dan kinerja kegiatan yang dilakukan DRN selama setahun. Dari masing-masing Komisi Teknis yang ada di DRN, saat ini DRN sedang mengusulkan Undang-undang Inovasi, mengapa Undang-undang Inovasi penting. Karena semua Negara-negara maju sudah memiliki Undang-undang Inovasi, Strategi inovasi, Dewan Inovasi dan dana inovasi yang jelas demi kemajuan Negaranya. Masalah kemacetan dikarenakan infrastruktur jalannya yang kurang memperhatikan kondisi kedepannya. DRD harus dapat menjaring riset-riset didaerah supaya menjadi komersial sehingga dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi masyarakat didaerah.     ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

Rabu 6 Juni 2018, Balitbang ( Badan Penelitian dan Pengembangan ) Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) Di Jakarta, bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU dan tim Sekretariat, Balitbang Kabupaten Muara Enim dibentuk pada 31 Desember 2016 yang menjadi Ketua Pejabat PLT, Dewan Riset Daerah ( DRD ) di Kabupaten Muara Enim belum ada oleh karena itu tujuan dari Balitbang mengunjungi DRN untuk meminta pentunjuk dan saran DRN dalam pembentukan DRD Kabupaten Muara Enim, dasar hukum dari pembentukan DRD, menentukan dan mekanisme menjadi anggota DRD, dan masalah pendanaan untuk kegiatan dan honor anggota DRD.

Saran dan masukan Ketua DRN dasar dari pembentukan Dewan Riset Nasional ( DRN ) dan Dewan Riset Daerah ( DRD ) adalah undang-undang 18/2002 tentang Sisnas iptek, mengapa DRN dan DRD sangat penting perannya karena semua Negara maju didunia mempunyai DRN yang langsung menjadi ketuanya Presiden, sehingga peran DRN sangat penting dan kuat posisinya dalam menentukan kebijakan dan arah riset.

Salah satu tugas DRN yaitu membina DRD, DRN selalu dikunjungi pihak daerah dari DRD, Balitbang, Bappeda dll, yang menjadikan DRN sebangai Induk riset daerah, DRN juga sudah melakukan pembinaan dan pelantikan langsung terhadap DRD yang berjumlah 62 DRD yang terdiri dari DRD Provinsi, DRD Kabupaten dan DRD Kota.  DRN selalu meminta DRD untuk menjadikan produk unggulan didaerah menjadi lebih meningkat dalam mendorong dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat kemajuan didaerah, seperti contoh DRD lampung yang menjadikan singkong sebagai produk unggulannya, dan  DRD Aceh yang menjadikan Nilam sebagai produk unggulan dan DRD lainnya. Ada juga DRD Jawa Timur yang sangat aktif dalam mamberikan saran dan masukan langsung kepada gubernur demi kemajuan Jawa timur sehingga saran dan masukan sering dijadikan peraturan daerah oleh Gubernur. Oleh karena itu tugas dari DRD memberi masukan langsung kepada Kepala daerah dengan outputnya rekomendasi langsung yang tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kemajuan didaerah.    ( FA )                

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

Selasa 17 April 2018, Bappeda Bangka Belitung mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Bambang Setiadi dan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan tim sekretariat di Jakarta, Bappeda Bangka Belitung sudah mempunyai Dewan Riset Daerah ( DRD ), yang dilantik pada bulan Desember 2017, yang beranggotakan 37 orang, dari kalangan Akademisi ( Dosen, Rektor ) dan Pemerintahan ( PNS ), dengan dibagi manjadi 5 bidang, saat ini kepala Daerah ingin meningkatkan dibidang pangan, perikanan, dan pariwisata. Akan tetapi pemerintah daerah saat ini hanya bergerak sendiri tidak melibatkan pihak swasta disektor pariwisata, sehingga kurang berkembang, sumber daya alam disana masih memanfaatkan timah, Lada dan karet sebagai mata pencarian masyarakatnya, masalah saat ini petani lada masih kurang pendapatnya karena harga lada sangat murah, oleh karena itu tujuan dari Bappeda ingin menanyakan peran DRD saat ini dan peran Litbang.

 

Masukan dari Ketua dan Sekretaris DRN, DRD mempunyai tugas utama mendorong ekonomi masyarakat dengan Inovasi daerah, menciptakan teknologi iptek yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memberi masukan kekepala daerah ( Gubernur, Bupati ), merumuskan system inovasi melalui pemanfaatan iptek untuk pertumbuhan ekonomi, komposisi DRD harus ada dari Akademisi, Bisnis ( Pengusaha ), Pemerintah dan komuniti sehingga dalam membuat kebijakan melibatkan semua kalangan. Sehingga dapat mendorong inovasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, pembangunan Sains teknopark juga sangat penting manfaatnya sebagai wadah menjaring produk-produk usaha baru, sektor pariwisata diBangka Belitung harus ada inovasi sehingga wisatawan yang berkunjung bisa lebih menikmati suasana lain dengan beberapa kegiatan wisata, menjawab peran dari DRD dan peran Litbang, Litbang lebih mendorong untuk pembangunan infrastruktur dan DRD lebih membantu dari pemikiran atau masukan kekepala daerah untuk kemajuan daerah. Jadi Litbang digunakan sebagai analisis atau uji kelayakannya bukan DRD yang melakukan penelitian, dalam mengembangkan produk unggulan daerah seperti Lada, sangat perlu adanya kerjasama dengan daerah penghasil lada juga, oleh karena itu sangat perlu adanya kegiatan Seminar atau FGD di Bangka Belitung  untuk mencari masukan dan solusi dari permasalahan lada yang dijadikan sebagai produk unggulan, dalam kualitas ladanya, pengolahan, dan kemasan lada, DRN bisa membantu mendatangkan ahli atau pakar dibidang yang diperlukan Bappeda atau DRD untuk mencari solusi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.   ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

 
 
 

 

Kamis 19 April 2018, Bappeda Litbang Kota Palembang mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan tim Sekretariat, tujuan dari Bappeda Litbang Kota Palembang ke DRN adalah untuk menjawab perintah tugas dari Walikota Palembang yang menginginkan segera dibentuk Dewan Riset Daerah ( DRD ) Kota Palembang, agar dapat mengatur dan mengawasi kegiatan riset didaerah sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ada didaerah,  oleh karena itu Bappeda Litbang ingin meminta masukan dari DRN berupa dasar hukum dari DRN dan DRD, pembentukan DRD, perekrutan anggota DRD, tugas-tugas dari DRD, Walikota saat ini mempunyai program kerja untuk meningkatkan pelayanan dan infrastruktur disektor Pariwisata yang ada di Kota Palembang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dan pendapatan Daerah.

 

Masukan dari Sekretaris DRN, dasar hukum dari DRN dan DRD adalah Undang-undang 18/2002 mengenai Sisnas Iptek yang mengharuskan adanya DRN dan DRD didalam pasalnya, DRN sangat mengapresiasi apabila dibentuknya DRD Kota Palembang dalam perekrutan anggota DRD harus terdiri dari A,B,G,C ( Akademisi, Bisnis/pengusaha, Government/Pemerintahan dan Community ), kalangan Akademisi dilibatkan menjadi anggota DRD untuk menjaring hasil temuan diuniversitas menjadi lebih  bermanfaat buat masyarakat, kalangan Bisnis dilibatkan menjadi DRD untuk memberi pelatihan kepada UKM dan menjaring pengusaha-pengusaha baru agar lebih maju dan berkembang dengan berinovasi dalam kualitas produknya, kemasan produknya dan pemasarannya, Pemerintahan dilibatkan menjadi anggota DRD untuk menyusun kebijakan dan peraturan daerah, dan kalangan Komunitas  yang harus dibagi beberapa komisi sesuai kebutuhan didaerah seperti Transportasi, ekonomi, Lingkungan, atau sektor lainnya, dimana tugas DRD menyusun program kerja yang disusun didalam Agenda riset daerah ( ARD ), memberi masukan kekepala daerah dalam mendorong sistem inovasi daerah menjadi komersialisasi dari hulu dan hilirnya dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatnya pendapatan daerah, Sistem Inovasi daerah yang harus didukung dari berbagai aspek teknologi, kebijakan dan ekonomi. Dalam pengembangan sektor Pariwisata DRD harus mempunyai pemikiran lebih inovatif dengan membuat kajian wisata, membangun infrastruktur, wisata kuliner, paket kunjungan wisata agar lebih menarik sehingga dapat dapat mendatangkan wisatawan lokal dan wisatawan asing.  ( FA )    

 
Lihat Foto Lainnya

     

 
 

Kamis 29 Maret 2018, Balibang Kabupaten Lampung Timur  Kota Sukadana mengunjungi Dewan Riset nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan Sekertariat DRN. Balitang Kabupaten lampung Timur diwakili oleh Kasubid Kelitbangan dan ekonomi, dengan maksud dan tujuan berkunjung ingin memberikan buku laporan kegiatan DRD dan agenda kegiatan Balitbang di lampung Timur Sukadana dan meminta masukan dan pendapat dari DRN mengenai DRD dan mencari solusi dari masalah-masalah yang ada di lampung Timur, Lampung Timur mempunyai 12 desa dan 5 kelurahan, DRD di Lampung Timur sudah terbentuk, yang beranggotakan 10 orang yang dibagi menjadi 4 komisi teknis, yang jadi masalah di lampung Timur infrastruktur jalan yang masih sangat kurang dan susahnya sarana dan prasarana penginapan dan hotel yang sangat kurang, sehingga sangat sulit menarik wisatawan lokal dan asing, yang menjadi produk unggulan di Lampung Timur Sukadana adalah Singkong dan perikanan.

 

Masukan Sekretaris DRN, produk unggulan daerah seperti singkong perlu diperbaiki kualitasnya dan kegunaannya, karena saat ini singkong sudah bisa diolah untuk dijadikan tepung tapioka, Mocaf dan bisa juga digunakan untuk campuran obat seperti diobat kapsul, dan dengan teknologi dan inovasi saat ini singkong bisa juga digunakan untuk bahan pengeboran minyak, oleh karena itu Pemerintah daerah harus membentuk lembaga yang khusus menangani Singkong, sehingga petani bisa mudah menjual dan memasarkan singkong, tanpa melalui tengkulak apabila ingin menjualnya,  teknologi modern online saat ini bisa diterapkan dalam penjualan singkong disanasehingga bisa melakukan penjualan langsung antara penjual dan pembeli, didalam sektor pariwisata yang terdapat di Lampung Timur diantaranya sekolah gajah Way Kambas perlu ditambahkan fasiltasnya dan dibuat inovasi-inovasi baru dengan menambahkan obyek-obyek wisata lain sehingga dapat mengerakan pertumbuhan ekonomi, oleh karenanya sangat perlu adanya kerjasama antara Pemerintah Daerah Lampung Timur Kota Sukadana dengan beberapa lembaga riset yang ada di Indonesia seperti BPPT, LIPI..dll, tentang bagaimana menerapkan teknologi dan inovasi saat ini yang bisa digunakan di Lampung Timur Kota Sukadana, dimana teknologi tersebut bisa digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi didaerah, DRN sangat siap apabila diminta membantu mendatangkan pakar dan ahli yang dibutuhkan apabila Balitbang Lampung Timur Kota Sukadana guna mencari solusi dari masalah yang ada didaerah. perlu juga membentuk forum kerjasama dengan beberapa kabupaten sekitar dan Provinsi untuk pembangunan daerah.  ( FA )             

 
Lihat Foto Lainnya