BERITA DRN TERKINI

Dalam rangka kunjungan kerja staf professional DRN ke DRD Provinsi NTT pada hari Kamis, 22 November 2012, DRD NTT memaparkan perkembangan penerapan dan keterlibatan DRDProvinsiNTT dalam pengawalan SIDa di provinsi NTT. Sejak diinisiasinya SIDa di NTT yang dicanangkan dalam Rakorda Litbang pada tanggal 20 November 2012, DRD Provinsi NTT ikut berperan aktif dalam mengawalnya, meskipun belum dapat menghasilkan output yang signifikan dikarenakan pencanangan SIDa di NTT baru saja dilakukan.   DRD Provinsi NTT memliki rencana melakukan berbagai kegiatan , diantaranya program “Anggur Merah” yang merupakan akronim dari anggaran untuk mensejahterakan rakyat yang kegiatan utamanya adalah updating data kebijakan penelitian dan juga rencana dalam melakukan survey menggunakan metode ANIS pada bulan Desember 2012 ini,serta ikut berperan aktif dalam berbagai diskusi-diskusi yang berkaitan dengan SIDadi Provinsi NTT.  Terkait dengan hal tersebut DRD NTT melaporkan hasil kesepakatam FKPD regional Timur yang diselenggarakan di Kupang ,kesepakatan yang intinya menyebutkan perlunya dukungan dana yang memadai dan dukungan pelaksanaan SIDadari pihak-pihakterkait. Pada periode saat ini DRD Provinsi NTT terdiri dari35 Anggota  yang diketuai langsung oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Rayadan diwakili oleh Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, MSi. Keanggotaan DRD provinsi NTT ini di bagi menjadi 3 kelompok jenis keanggotaan, yang tertinggi adalah keanggotaan paripurna, ditingkat ini mencakup seluruh anggota DRD Provinsi NTT dan merupakan pengambil keputusan tertinggi, kemudian jenis keanggotaan badan pekerja, yang diketuai oleh Gubernur NTT,Drs. Frans Lebu Rayadan diwakili oleh Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Sidan yang terakhir jenis keanggotaan komisi teknis yang terbagi menjadi 4 komisi bidang, yaitu Komisi Bidang Ekonomi & Perdagangan, Komisi Bidang Pemerintahan, Politik & Hukum, Komisi Bidang Sosial &Budayadan Komisi Bidang IPTEK dan Lingkungan Hidup, masing-masing komisi terdiri dari ketua, sekretaris dan 3 anggota komisi.   Pada umumnya seluruh anggota DRDNTTcukup aktif, ditandai dengan seringnya para anggota DRD menghadiri berbagai rapat ataupun diskusi-diskusi yang diselenggarakan DRD NTT maupun pihak lain yang melakukan kerjasama dengan DRD NTT. 

Menjawab pertanyaan mengenai dukungan dari segi administratif,  DR. Drs. Jusuf Lery Rupidara, Msimengatakan bahwa pendanaan DRD NTT menggunakan dana APBD yang minim dikarenakan anggaran DRD NTT masih menyatu dengan Badan Diklat Peneilitian dan Pengembangan Provinsi NTT. Untuk mendukung kegiatan administratif, DRD NTT didukung oleh sekretariat berjumlah 6 orang dan diketuai oleh Sipriano Magno, SHyang berkantor di Badan Diklat Peneilitian dan Pengembangan Provinsi NTT. Mereka juga menginformasikan bahwa di tingkat kabupaten/kota di Provinsi NTT  belum terbentuknya DRD.  Diakhir diskusi ini DRD NTT menyerahkan dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur periode Juli 2009 – Desember 2011  ke staf profesional DRN (sb)