BERITA DRN TERKINI

 

Pengantar

Dengan bergabungnya kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup semakin tidak dirasakan bahwa sektor ini dapat diandalkan sebagai penghasil devisa, seperti dahulu.  Kehutanan seperti berubah menjadi persoalan tanah dan sosial yang tumpang tindih yang tidak pernah akan dapat diselesaikan, walaupun RTRW dan koordinatnya sudah ditetapkan.  Ditambah dengan perubahan iklim, maka lengkaplah persoalan kehutanan menjadi obyek penderita kebakaran hutan.

Padahal sejak dulu persoalan hutan adalah bagaimana menghasilkan kayu dan non kayu dalam jumlah yang cukup dan berkelanjutan. Dengan kata lain bagaimana menghasilkan kayu tanpa merusak hutan (sustain).  Ironisnya sekarang lebih banyak rimbawan mengurusi persoalan sosial daripada kehutanan.  Dan tidak hanya di kehutanan, tapi dihampir semua bidang, seperti pertanian, perikanan dan banyak lagi.  Padahal kita tahu bahwa persoalan sosial lebih banyak didominasi oleh persoalan kesejahteraan dan pemberantasan kemiskinan.  Dengan kata lain persoalan kehutanan adalah masalah keilmuan yang banyak terlupakan selama ini, entah sampai kapan seperti masalah kayu, satwaliar, tumbuhan obat atau keanekaragaman hayati yang hanya kita di daerah tropis yang punya.  Hutan yang menghasilkan sesuatu dan terjaga kelestariannya akan menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.  Jangan meninggalkan jati diri kehutanan dong Sekarang ini hutan produksi sudah berkurang, membuka hutan untuk kegiatan non kehutanan baik saja tapi jangan banyak-banyak.  Hutan tanaman harus dibangun, dengan mengembangkan jenis-jenis lokal yang dapat tumbuh cepat dengan dibantu teknologi atau tidak.  Jangan sampai kita kehilangan jenis asli (endemik) kita sendiri.  Sawit, boleh juga dikembangkan tapi tentu jangan sampai menghabiskan hutan alam.  Merubah alam terlalu banyak akan mengundang petaka ...... Kongres Kehutanan Indonesia tahun 2016 akan banyak membahas masalah sosial dan perubahan iklim, so jangan salah mereposisi Kehutanan Indonesia hanya untuk terlaksananya tata kelola Kehutanan yang baik tapi mestinya juga lebih berdaulat dan lestari. Untuk itu kami muat sebuah tulisan tentang kehutanan pada bulan juli tahun yang lalu untuk mengingatkan (Redaksi).

 

Selengkapnya....