BERITA DRN TERKINI

 

 

Pada hari Kamis, tanggal 13 April 2017, Dewan Riset Nasional yang berkerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dan Pusat Penelitian Karet Bogor mengadakan “Seminar Nasional dan Pengukuhan Dewan Riset Daerah Provinsi Jambi”yang bertempat dihotel Duo Weston jl. Gatot Subroto Jambi. Pada awal seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, selanjutnya sambutan oleh ibu Leni Marlina ketua Balitbangda kota Jambi, dan dilanjutkan sambutan dan membuka acara seminar oleh Bapak Zumi Zola Zulkifli, MM, STPselaku Gubernur Pemerintah Daerah Provinsi Jambi yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan peserta yang menghadiri seminar ini, Pemerintah Jambi sudah mendorong para pengusaha karet agar menerima karet mentah dengan kualitas bagus saja supaya kualitas juga bagus. Pemerintah Daerah Provinsi Jambi juga akan mendorong hilirisasi karet melalui Introduksi teknologi yang tepat guna bagi petani tetapi semua itu Perlu adanya dukungan pemerintah pusat untuk hilirisasi karet.

Dilanjutkan sambutan dan pemaparan dari Ketua Dewan Riset Nasional Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU yang membuka pemaparannya dengan mengenalkan tentang Dewan Riset Nasional (DRN) lalu Selanjutnya  memaparkan bahwa di dunia sekarang Sudah Memiliki Dewan Riset Nasional di masing masing Negara. Dengan contoh Di Korea bisa maju karena Dewan Riset Nasionalnya langsung dibawah Presiden, hal ini menunjukan betapa pentingnya Dewan Riset Nasional di dunia. Di dunia sekarang sudah jarang memakai istilah science teknologi melainkan inovasi teknologi.

A.   Dr. Karyudi ( Ketua Pusat Penelitian Karet Bogor )

Menyampaikan pemaparannya dengan tema“ Kondisi Dan Tantangan Industri Karet Indonesia “. sebagai berikut bahwasannya Indonesia berada no 2 di bawah Thailand di antara Negara-negara penghasil karet, total luas area karet di Indonesia mencapai 3,6 juta ha. Tetapi untuk produksinya sendiri Indonesia kalah oleh Vietnam dimana luas area karetnya hanya 8% luas area karet Indonesia.

Masalah masalah perkebunan karet rakyat

1.    Pendapatan petani rendah

2.    Harga karet di tingkat petani rendah

3.    Banyak tanaman yang tidak unggul

Harga karet mengalami penurunan selama 6 tahun terakhir, mungkin disebabkan oleh

1.    Kelebihan stok

2.    Ekonomi dunia

3.    Harga minyak dunia

 

B.   Dadi R. Maspanger( Peneliti karet Bogor )

 Menyampaikan pemaparannya dengan tema :

“ Prospek Penggunaan Karet Alam Untuk Industri Ban dan Non Ban “.Karet terdiri atas karet alam dan karet sintentik dari minyak bumi.

Penggunaan karet secara umum

1.    Ban mobil/motor

2.    Barang teknik dan industry

3.    Barang keperluan umum

4.    Barang jadi lateks

Klasifikasi barang jadi karet berdasarkan HS Code ( barang jadi karet padat) :

1.    Ban ( Ban dalam dan ban luar )

2.    Barang teknik untuk industry dan otomotif (Otomotif,elektronik,rol karet )

3.    Barang karet kebutuhan umum ( Karpet,sandal,sepatu dll)

4.    Barang karet jadi lateks (Sarung tangan,balon,karet gelang dll)

 

C.   Hendry Prastanto, ST, M. Eng

Menyampaikan pemaparannya dengan tema :

“Teknologi Tepat Guna Produk Karet Berbasis Busa Lateks Dan RSS”.

Lateks merupakan cairan berwarna putih susu atau putih kekuningan yang terdiri atas partikel – partikel karet dan bahan bukan karet yang terdispersi dalam serum.

Sifat – sifat Lateks :

a.    Protein sebagai bahan penstabil emulsi

b.    Aktivitas mikroorganisme dapat merusak protein dan gula jadi asam organic

c.    Dapat menggumpal

d.    Menggumpal pada pH sekitar 4,7

e.    Pada pH tersebut protein bermuatan positif sebanding dengan protein negative

 ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya