BERITA DRN TERKINI

Jumat 9 Maret 2018, Bappeda Kabupaten Nias Barat berkesempatan mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan tim Sekretariat. Bappeda Kabupaten Nias Barat diwakili Kepala Bidang dan Kepala Subbidang bidang Inovasi, saat ini Nias ada 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Timur dan Kabupaten Nias Selatan, mengenai tujuan dan maksudnya yaitu Bupati Kabupaten Nias Barat menginginkan dibentuknya Dewan Riset Daerah ( DRD ) Kabupaten Nias Barat yang dapat membantu tugas dan memberikan masukan mengenai kebijakan ke Bupati langsung untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat Nias, dan permasalahan infrastruktur dan transportasi di Nias.

Sekretaris DRN mengatakan tujuan Kabupaten Nias Barat membentuk DRD sangat baik, karena memang dasar hukumnya jelas ada di UU 18/2002 dan Keputusan Presiden, untuk membahas pemanfaatan Iptek untuk pembangunan daerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, keanggotaan DRD harus diambil dari kalangan A,B,G,C ( Akademisi, Bisnis, Government dan Community ) seperti contoh Kelapa harus dapat meningkatkan produk unggulan daerah  yang dikembangkan dengan Inovasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dibina pihak Akademisi, dimodali dan dikelola pihak bisnis, diawasi Pemerintah daerah dan dipasarkan melalui Comunitity, jadi tujuan pembentukan DRD harus sebagai wadah hasil riset dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bisa juga memanfaatkan putra daerah sebagai anggota DRD yang konsen terhadap pembangunan Nias, anggota DRD nantinya juga harus memikirkan pemanfaatan kekayaan alam dan sektor pariwisata pantai dengan memperhatikan infrastruktur, wisata kuliner dan transportasi daerah.  ( FA )

 

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

Jumat 9 Maret 2018 Balitbang  Magelang berkunjung ke Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta bertemu dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan tim Sekretariat, Balitbang Magelang diwakili oleh Kepala bidang bidang riset yang baru dilantik pada 22 februari 2018, dengan maksud dan tujuan tentang keberadaan DRD di UU 18/2002 mengenai Sisnas Iptek juga meminta masukan dan pendapat dari DRN tentang penelitian dan pengkajian dan konsultasi tentang Dewan Riset Daerah ( DRD ), dengan luas wilayah 18rb meter persegi dengan 3 Kecamatan saat ini Kota Magelang sedang menggalangkan Inovasi berupa program KRENOVA ( Kreatif Inovasi Masyarakat ), dengan tujuan dapat menjaring pengusaha-pengusaha baru yang dikelola dan dibantu dana sebesar 20juta/usaha oleh Pemerintah daerah supaya lebih maju dan berkembang, Pemerintah daerah saat ini mempunyai rencana riset jangka pendek buat peneliti dengan menjaring alumni karya siswa dalam memecahkan masalah-masalah jangka pendek berupa majalah dan rencana riset jangka panjang peniliti yang membahas kajian permasalahan dan isu-isu strategis daerah.

Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir mengatakan mengenai keberadaan DRD didalam UU 18/2002 tentang Sisnas Iptek sedang dibahas di DPR ( Dewan Perwakilan Rakyat ) dengan usulan DRN, pertama UU tersebut sudah lama, kedua belum adanya Inovasi yang disebutkan system inovasi nasional. UU 18/2002 Sisnas Iptek saat ini hanya membangun riset / temuan dan patennya saja belum membicarakan komersialisasinya, jadi perlu dipikirkan bagaimana iptek dan sistem inovasi hasil riset menjadikan pertumbuhan pendapatan ekonomi rakyat. ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

Selasa, 6 maret 2018 Bappeda / Litbang Kabupaten Kendal mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, dan bertemu langsung dengan Sekretaris DRN Bapak iding Chaidir dan tim Sekretariat, Kabupaten Kendal sudah mempunyai Dewan Riset Daerah ( DRD ) yang beranggotakan 11 orang dari kalangan Akdemisi, Bisnis dan Pemerintah, yang diketuai oleh Bapak Prof. Mujahirin dengan Bappeda/Litbang sebagai sekretariatnya, Maksud dan tujuannya dari kunjungan Bappeda/Liang Kabupaten Kendal ialah untuk meminta masukan dan pendapat dari DRN sebagai induk / mitra DRD demi kemajuan DRD Kabupaten Kendal bidang teknologi dan inovasi daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Kendal khususnya.

Sekretaris DRN mengatakan tugas dari DRD adalah harus dapat menangkap teknologi yang ada didaerah dan membantu Gubernur dalam memecahkan masalah-masalah yang ada dimasyarakat seperti banjir contohnya dll, DRD juga bisa membantu memfasilitasi petani daerah dalam hilirisasi hasil pertaniannya dengan memanfaatkan anggota DRD yang mempunyai hubungan mengenai kebijakan dan teknologi, juga memberi masukan/pendapatnya langsung kekepala daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, perlunya dengan menjaring kalangan industri. Bisa juga mencontoh DRD lain dengan memanfaatkan Sains Teknopark yang melibatkan pemerintah daerah dan industri yang ada di Kabupaten Kendal dan sekitarnya, tujuannya sebagai wadah menjaring industri-industri pemula untuk mengembangkan produknya agar lebih maju seperti UKM didaerah, dengan memanfaatkan perguruan tinggi sekitar untuk membina UKM, dan menjadikan pusat unggulan daerah dan pariwisata. DRD harus bisa memfasilitasi temuan/riset dan inovasi masyarakat daerah menjadi komersialisasi untuk hilirisasi, juga DRD harus membuat perencanaan kerja dan kegiatan dengan memajukan daerah dengan inovasi dapat pula bekerjasama dengan perguruan tinggi dan universitas dalam pengembangan teknologi dan memanfaatkan produk unggulan daerah untuk pertumbuhan ekonomi. (FA)

 
Lihat Foto Lainnya

 

Rabu 7 Maret 2018,  Bappeda / DRD Kabupaten Lampung Timur mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta dan bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Bambang Setiadi dan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir, DRD Kabupaten Lampung Timur sudah dibentuk ditahun 2017 dengan anggotanya 12 orang dari kalangan akademisi, pemerintah daerah dan wartawan, diketuai oleh Bapak DR. Rudi dosen dari Universitas Lampung, wakilnya ketua Bappeda dan sekretaris DRD dari Kabid libang Kabupaten lampung timur, Kabupaten lampung Timur berpenduduk 1 jutaan jiwa, dengan 24 kecamatan dan 264 desa, saat permasalahan keselamatan dan keamanan didaerah lampung Timur sangat perlu perhatian khusus karena banyaknya begal dan bajing loncat didaerah Jabung. Tujuan dari kunjungannya ialah menanyakan tentang UU 18/2002 tentang Sisnas Iptek.

Masukan DRN saat ini UU 18/2002 sedang dibahas di DPR, dengan usulan DRN mengenai UU Inovasi, diKabupaten Lampung Timur harus adanya Ikon kota diKabupaten lampung Timur contohnya gajah,  mengenai permasalahan keamanan dan keselamatan didaerah karena adanya kebutuhan ekonomi masyarakat setempat, sehingga munculnya tindak kejahatan oleh karena itu DRD harus berperan bagaimana mencarikan solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat  dengan memanfaatkan hasil kekayaan alam seperti meningkatkan produksi singkong, kakao dll dan meningkatkan pemasaran disektor pariwisata yang ada didaerah tersebut diLampung Timur , seperti Waekambas ( sekolah gajah ), pantai, desa wisata, wisata alam, wisata sejarah. dapat menjaring touris lokal maupun asing untuk berkunjung sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.    ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

Senin 19  februari 2018, Dewan Riset Daerah Provinsi Bangka Belitung berkesempatan mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, dan bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Bambang Setiadi, tujuan dari DRD Provinsi Bangka Belitung ingin mengundang DRN dalam acara seminar DRD Provinsi Bangka Belitung dengan fokus terhadap energy nuklir dan PLTN, dan meminta masukan DRN tentang kegiatan dan tugas-tugas DRD, DRD Provinsi Bangka Belitung sudah dibentuk dan dilantik langsung oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2017, dengan tugas membantu Gubernur berdasarkan iptek dan inovasi daerah menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat, Provinsi Bangka saat ini sudah ditunjuk BATAN sebagai kawasan yang cukup bagus potensi tapak PLTN, oleh karena itu DRD sangat mendukung apabila PLTN dibangun, melihat adanya hubungan industry di Bangka dan hubungan dengan daerah sekitar seperti Sumatera dalam memenuhi kebutuhan listrik.

Saat ini Provinsi Bangka Belitung mempunyai total pulau 107 pulau yang dihuni masyarakat hanya 17 pulau dengan penghasil timah, dan diperkirakan energy hasil alam akan habis ditahun 2027 maka Provinsi Bangka Belitung harus mempunyai skenario khusus untuk mengatasi hal tersebut, dengan banyaknya pulau yang tidak dihuni rentan akan digunakan dari Negara lain, oleh karena perlu ketegasan pemerintah daerah mengenai hal tersebut. Saat energy listrik yang dibutuhkan sangat kurang, dengan adanya rencana pembangunan PLTN sangat didukung oleh DRD untuk mendapatkan listrik murah dan masyarakat mudah mendapatkannya, dalam mensuplai kebutuhan listrik dipulau-pulai kecil dan juga air bersih untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. ( AW/FA )

 
Lihat Foto Lainnya