BERITA DRN TERKINI

 

Pengantar

Pengelolaan Sawit

Pembangunan sawit kelihatannya jauh lebih serius daripada pengelolaan hutan alam dan pertambangan.  Mengapa ? karena sawit menanamkan investasinya dengan hati-hati dan dalam jangka yang cukup panjang, selain manfaat pohon jenis sawit memang sangat banyak.  Beda dengan pengelolaan hutan alam yang hanya mengambil kayu jadi dan batubara yang juga hanya mengeruk endapan yang telah berumur ratusan bahkan jutaan tahun.  Tapi mengapa juga membangun hutan tanaman industri tidak begitu berhasil seperti sawit, padahal juga menanam jenis pohon.  Sudahlah kita ketemu dengan jawabanya bahwa tidak ada jenis pohon yang secepat sawit dalam pemanenannya dan juga dengan beragam manfaatnya.  Begitu berjayanya sawit, itupun akan bermasalah bila industri hilirnya tidak dibangun di dalam negeri.

Suramnya masa depan industri kayu di Indonesia adalah karena tidak tersedianya bahan baku dalam jumlah yang mencukupi, begitu juga dengan batubara yang tidak juga membangun industri hilirnya yang padat teknologi, begitu juga dengan minyak tidak jauh berbeda, bahkan sebagian kebutuhan minyak Indonesia masih harus import.  Lalu bagaimana yang lain, seperti emas, bauksit, timah, bijih besi dan banyak lagi ?

Penelitinan percepatan pertumbuhan tanaman kehutanan adalah sangat mendesak untuk dilakukan, memilih begitu saja kepada jenis cepat tumbuh yang bukan asli kita, terbukti tidak membawa kemashalatan kepada orang kita.  Coba kita simak hampir tidak ada dikabarkan kebun sawit yang terbakar di musim kebakaran atau kemarau yang keras sekalipun.  Bukan mereka tidak disukai api, tapi manajemen menjaganya dengan baik sehingga terselamatkan dari kebakaran si jago merah.  Bagaimana dengan Hutan Tanaman Industri ? karena tegakan yang ditanam tidak terlalu berharga, menjadikan mereka berhitung untuk menyelamatkannya dari api.   Sebaliknya mereka tidak berhitung menanamnya dengan menghabisi hutan alam dengan sistem land clearing, asal dapat menjual kayu dari  tebangan tersebut walaupun dengan dalih areanya sudah termasuk tidak produktif (ga ada kayunya atau di bawah 10 m3 per ha).

Kalau saja sawit dapat menjadi bagian dari tanaman kehutanan Indonesia ..... tentu akan lain lagi ceritanya (redaksi).

 
Selengkapnya

 

 

Pada hari jumat tanggal 28 April 2017, Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya mengadakan acara Rapat Koordinasi dan Pengendalian (RAKORDAL) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2017 dan Pengukuhan Dewan Riset Daerah ( DRD ) masa bakti  2016 - 2019, yang Bertempat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Provinsi Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya.

Pada awal acara Rapat Koordinasi dan Pengendalian ( RAKORDAL ) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2017 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir. Dilanjutkan Sambutan oleh kepala Bappeda Litbang kota Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan dan peserta yang hadir dalam acara Rapat Koordinasi dan Pengendalian ( RAKORDAL ) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2017. Acara dilanjutkan pembukaan rapat oleh Gubernur Kalimantan Tengah yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Pj. Sekda Provinsi Kalimantan Tengah dalam Rapat Koordinasi dan Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2017 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017. Dan Dalam Kegiatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Kalimantan Tengah masa bakti 2016-2019. Yang didampingi oleh Ketua Dewan Riset Nasional ( DRN ).

Dilanjutkan rapat terpisah antara Dewan Riset Daerah ( DRD ) Kalimantan Tengah dengan Ketua Dewan Riset Nasional ( DRN ). Rapat diawali pembukaan oleh ketua Dewan Riset Daerah yang memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Dewan Riset Nasional yang telah hadir dalam acara pengukuhan anggota – anggota Dewan Riset Daerah. Dan ucapan selamat bagi para anggota Dewan Riset Daerah yang telah dilantik.

Dilanjutkan sambutan dari ketua Dewan Riset Nasional, yang memberi ucapan selamat bagi para anggota Dewan Riset Daerah ( DRD ) yang telah dilantik. Dan memberi masukan bahwasannya di Dewan Riset Daerah( DRD ) perlu membahas isu-isu saat ini dan perlu adanya Inovasi yang dibagi dalam :

1.    Inovasi pendidikan

2.    Inovasi peluang hal baru

3.    Inovasi Jejaring

 

Masukan dan tugas utama dari Ketua Dewan Riset Nasional ( DRN ) untuk Dewan Riset Daerah ( DRD )  :

·         DRD memberi masukan / pendapat langsung kepada Gubernur

·         Perlu adanya rencana kerja gabungan DRD se-Kalimatan

·         Harus berkoordinasi dengan DPRD yang ada di Kalimantan untuk membahas isu-isu terkini yang ada di

           Kalimantan.

·         Pemikiran DRD sangat diperlukan guna kemajuan Provinsi Kalimantan Tengah

·         Memainkan Peran DRD untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Tengah

  ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

 

 

 

Pada hari Kamis, tanggal 13 April 2017, Dewan Riset Nasional yang berkerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dan Pusat Penelitian Karet Bogor mengadakan “Seminar Nasional dan Pengukuhan Dewan Riset Daerah Provinsi Jambi”yang bertempat dihotel Duo Weston jl. Gatot Subroto Jambi. Pada awal seminar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, selanjutnya sambutan oleh ibu Leni Marlina ketua Balitbangda kota Jambi, dan dilanjutkan sambutan dan membuka acara seminar oleh Bapak Zumi Zola Zulkifli, MM, STPselaku Gubernur Pemerintah Daerah Provinsi Jambi yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan peserta yang menghadiri seminar ini, Pemerintah Jambi sudah mendorong para pengusaha karet agar menerima karet mentah dengan kualitas bagus saja supaya kualitas juga bagus. Pemerintah Daerah Provinsi Jambi juga akan mendorong hilirisasi karet melalui Introduksi teknologi yang tepat guna bagi petani tetapi semua itu Perlu adanya dukungan pemerintah pusat untuk hilirisasi karet.

Dilanjutkan sambutan dan pemaparan dari Ketua Dewan Riset Nasional Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU yang membuka pemaparannya dengan mengenalkan tentang Dewan Riset Nasional (DRN) lalu Selanjutnya  memaparkan bahwa di dunia sekarang Sudah Memiliki Dewan Riset Nasional di masing masing Negara. Dengan contoh Di Korea bisa maju karena Dewan Riset Nasionalnya langsung dibawah Presiden, hal ini menunjukan betapa pentingnya Dewan Riset Nasional di dunia. Di dunia sekarang sudah jarang memakai istilah science teknologi melainkan inovasi teknologi.

A.   Dr. Karyudi ( Ketua Pusat Penelitian Karet Bogor )

Menyampaikan pemaparannya dengan tema“ Kondisi Dan Tantangan Industri Karet Indonesia “. sebagai berikut bahwasannya Indonesia berada no 2 di bawah Thailand di antara Negara-negara penghasil karet, total luas area karet di Indonesia mencapai 3,6 juta ha. Tetapi untuk produksinya sendiri Indonesia kalah oleh Vietnam dimana luas area karetnya hanya 8% luas area karet Indonesia.

Masalah masalah perkebunan karet rakyat

1.    Pendapatan petani rendah

2.    Harga karet di tingkat petani rendah

3.    Banyak tanaman yang tidak unggul

Harga karet mengalami penurunan selama 6 tahun terakhir, mungkin disebabkan oleh

1.    Kelebihan stok

2.    Ekonomi dunia

3.    Harga minyak dunia

 

B.   Dadi R. Maspanger( Peneliti karet Bogor )

 Menyampaikan pemaparannya dengan tema :

“ Prospek Penggunaan Karet Alam Untuk Industri Ban dan Non Ban “.Karet terdiri atas karet alam dan karet sintentik dari minyak bumi.

Penggunaan karet secara umum

1.    Ban mobil/motor

2.    Barang teknik dan industry

3.    Barang keperluan umum

4.    Barang jadi lateks

Klasifikasi barang jadi karet berdasarkan HS Code ( barang jadi karet padat) :

1.    Ban ( Ban dalam dan ban luar )

2.    Barang teknik untuk industry dan otomotif (Otomotif,elektronik,rol karet )

3.    Barang karet kebutuhan umum ( Karpet,sandal,sepatu dll)

4.    Barang karet jadi lateks (Sarung tangan,balon,karet gelang dll)

 

C.   Hendry Prastanto, ST, M. Eng

Menyampaikan pemaparannya dengan tema :

“Teknologi Tepat Guna Produk Karet Berbasis Busa Lateks Dan RSS”.

Lateks merupakan cairan berwarna putih susu atau putih kekuningan yang terdiri atas partikel – partikel karet dan bahan bukan karet yang terdispersi dalam serum.

Sifat – sifat Lateks :

a.    Protein sebagai bahan penstabil emulsi

b.    Aktivitas mikroorganisme dapat merusak protein dan gula jadi asam organic

c.    Dapat menggumpal

d.    Menggumpal pada pH sekitar 4,7

e.    Pada pH tersebut protein bermuatan positif sebanding dengan protein negative

 ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

 

Pada hari kamis tanggal 27 April 2017, Dewan Riset Daerah ( DRD ) se-Jawa Tengah mengadakan Rapat Koordinasi dengan mengundang perwakilan dari Dewan Riset Nasional ( DRN ) dengan tema RISET UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT.bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen Jl. Veteran No.2 Bumirejo Kebumen Jawa Tengah.

Pada Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, dan di lanjutkan doa bersama seluruh peserta yang hadir, dilanjutkan laporan penyelenggara rapat oleh Bapak Cholidi Ibrar menyampaikan ucapan terima kasih kepada para undangan dan semua komponen untuk acara tersebut dan meminta peserta untuk mengikuti acara tersebut sampai selesai. Serta menyampaikan tema rapat koordinasi adalah RISET UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT. Beliau menyampaikan rencana kegiatan rapat koordinasi Dewan Riset Daerah ( DRD ) se-Jawa Tengah. Dilanjutkan

·         Sambutan dari Ketua Panitia (Perwakilan DRD Kebumen)

- Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Joko Suprapto yang merupakan perwakilan DRD Kebumen. Pada sambutannya mengenalkan para anggota DRD Kebumen serta juga menjelaskan pentingnya riset di daerah.

-  Anggaran riset di Indonesia hampir tidak pernah menunjang kebutuhan riset. Oleh karenanya perlu adanya Forum sharing antar DRD adalah langkah yang baik.

·         Sambutan dari Kepala Bappeda Prov. Jawa Tengah (Diwakilkan oleh Ka. Bidang Iptekin Bapak Tri Yuni Atmojo)

-  Sambutan selanjutnya disampaikan oleh bapakTri Yuni Atmojo yang mewakili Kepala Bappeda Prov. Jawa Tengah.Pada sambutannya Tri menyampaikan  bahwa daerah Jawa Tengah masih memiliki permasalahan utama yaitu: Masalah perizinan; Pengangguran; Kedaulatan panganserta tata kelola pemerintahan yang belum efisien.

- Mengatasi permasalahan tersebut perlunya dukungan riset. Sejatinya riset dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan.

- Dewan Riset Daerah merupakan  salah satu forum riset dimana salah satu tugasnya adalah sebagai penasihat bagi pemimpin daerah.

·         Sambutan dari Wakil Bupati Kebumen (KH YazidMahfudz)

Sambutan terakhirdisampaikan oleh Wakil Bupati Kebumen. Dalam forum tersebut Wakil Bupatimenyampaikan ucapan terima kasih kepada para undangan yang sudah hadir dan meminta maaf jikabupati berhalanganhadir.

·         Paparan Kunci Disampaikan Oleh Prof. Sudharto ( Wakil Ketua Dewan Riset Nasional )

- Pelaksanaan riset di Indonesia lebih menekankan pada riset yang menjadi berkas, maksudnya adalah riset-risetyang memenuhi perpustakaan dan hanya sedikit yang dihilirkan ke Industri.

- Beliau menjelaskan alasan mengapapertumbuhan ekonomi tinggi namun disertai  tingkat  pengangguran yang tinggi. Alasan utamanya adalah kurangnya Inovasi.

- Wakil ketua mendorong masyarakat untuk menciptakan inovasi, Dalam paparannya Pak Sudharto menekankan pentingnya “inovasi” dengan menekuni apa yang dimiliki saat ini sebagai modal kemajuan bangsa.

-  Tidak lupa dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DRNmenyampaikan kegiatan DRN seperti: Sosialisasi ARN; Pemantauan implementasi; Kajian masalah actual (policy brief); Penyusunannaskah akademikdalam rangka Revisi UU 18/2002; serta menyiapkan RUU Inovasi.

·         Rumusan Rapat Koordinasi 

-  Masih adanya kesenjangan antara kenyataan di lapangan dan pelaksanaannya

- Perlunya komunikasi yang intensif antar Pemerintah – Swasta – Universitas

- Perlunya kompetensi yang jelas yaitu program yang bagus untuk diseminasi riset dan perlu adanya runding dana riset.

-  Perlu adanya follow up untuk riset pranata riset nasional

- Sinergitas antara Akademisi -Buisness- Goverment –Commnity perlu dipererat guna menghasilkan inovasi riset yang mensejahterakan rakyat.

- Riset yang mensejahterakan = riset yang inovatif.

                         ( AW/RA/FA)

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

Pengantar

Mikrokosmos

Pulau Paskah yang terkenal berkat patung-patung raksasa yang terbuat dari batu, secara jelas dapat menjadi saksi tentang apa yang  terjadi ketika kerusakan lingkungan menjadi lepas kontrol.  Ketika orang-orang Polinesia menetap di pulau itu untuk pertama kalinya (barangkali di abad ke 4 Masehi)  pulau itu tertutup hutan. Dalam waktu seribu tahun, populasi manusia telah tumbuh melebihi 5.000 orang dan hutan dengan cepat musnah.  Ketika orang-orang Eropa mencapai pulau itu pada tahun 1722, pangan dan kayu bangunan telah menjadi langka.  Pepohonan terakhir di pulau itu ditebang pada abad ke 19 dan saat ini para penduduk pulau yang tadinya berswasembada pangan kini begantung pada dunia luar demi bertahan hidup.

 
Selengkapnya