BERITA DRN TERKINI

FGD ini dilaksanakan pada tanggal 30 November bertempat di Balai Besar Litbang Pasca Panen kementerian Pertanian.  FGD ditujukan untuk Penyempurnaan Matrik Rencana Induk Riset dan Inovasi Nasional (RIRIN) Bidang Pangan dan Pertanian,  dihadiri sekitar 40 peserta yang berasal dari Anggota DRN Komtek Pangan dan Pertanian, Para Peneliti Litbang Kementan, Badan Ketahanan Pangan Kementan, LPNK,  KADIN, dan Swasta.

           

Acara pembukaan diawali dengan ucapan selamat datang oleh Prof. Sri Widowati yang mengatas-namakan Pimpinan Balai Besar Litbang Pasca Panen Kementan.  Selanjutnya FGD dibuka oleh Sekretaris DRN (Dr. Iding Chaidir) yang menyampaikan keterkaitan ARN dan RIRIN, dimana ARN lebih bersifat tahunan sedang RIRIN merupakan bagian dari Grand Design yang lebih bersifat jangka panjang (10, 15, 20, 25 tahun dan sebagainya). FGD ini bertujuan untuk penyempurnaan draft ARN dengan berorientasikan semangat hilirisasi dan komersialisasi, yang disusun dengan 2 hirarki: (i) Tema Produk (Riset Area), dan (ii) Topik Riset dan Inovasi, dengan justifikasi (alasan / latar belakang pemilihan). Draft tersebut disusun dalam bentuk matriks yang dilengkapi dengan aktor (instansi pelaku), luaran, target tahunan, instrument kebijakan, anggaran dan data pendukung Kunjungan singkat ke Laboratorium Nano Teknologi Pasca Panen yang juga menampilkan produk pangan hasil riset di bidang nanoteknologi dan hasil riset pasca panen lainnya.

Simpulan

  1. Riset pangan merupakan amanat UU 18/2012 tentang Pangan
  2. Paradigma baru dalam riset harus  berorientasikan pada hilirisasi, inovasi dankomersialisasi
  3. Peningkatan dayasaing, diawali dengan pemahanan  teknologi dan inovasi untuk dibawa ke industri
  4. Untuk problem solving  diperlukan identifikasi  spesifikasi  di lapangan
  5. Untuk Hilirisasi dan dayasaing perlu peran Perekayasaan, yang dinilai sebagai profofesi  penting dan sentral untuk keberhasilannya.
  6. Penyempurnaan ARN diharapkan menjadi masukan untuk penyusunan rencana induk (RIRIN).
  7. Perlu di bentuk Pokja Pangan (anggota DRN dengan mitra terkait lainnya)