| Statistik |
OS: Linux h PHP: 5.0.4 MySQL: 4.1.20 Waktu: 21:40 Anggota: 6 Tertayang: 2499292 Berita: 213 WebLinks: 1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Sistem Transportasi Perkotaan Hemat Energi
Oleh: Prasetyo Hatmodjo
ABSTRAK
Konsumsi energi di sektor transportasi dari tahun ke tahun telah meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan upaya untuk mendapatkan sistem transportasi yang hemat energi. Pada dasarnya penghematan energi tersebut dapat dilakukan melalui 3 (tiga) hal yaitu (1) penghematan konsumsi energy per individu kendaraan dengan cara optimasi konsumsi energi pada motor penggerak, optimasi kapasitas mesin, dsb, (2) optimasi jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi dengan cara mendorong penggunaan angkutan umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor, (3) memperbaiki perilaku berkendara baik dengan cara rekayasa sosial, penegakan hukum, dll.
1. PENDAHULUAN
Kegiatan transportasi adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan kegiatan sosial ekonomi masyarakat seperti bekerja, sekolah, berbelanja, rekreasi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu maka hambatan pada sektor transportasi akan otomatis menghambat kegiatan sosial ekonomi masyarakat.
Sama seperti sektor-sektor yang lain, sektor transportasi juga membutuhkan energi. Bahkan dewasa ini diperkirakan sektor transportasi telah menyerap sekitar 40% dari total kebutuhan energi primer. Padahal kegiatan transportasi tidak bisa dibatasi, dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan intensitas kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk membangun sistem transportasi yang hemat energi. |
| Terakhir diperbaharui (
09-November-2009 10:49:28 ) |
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
|
Kebijakan Road Pricing Untuk Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas
Oleh: Prasetyo Hatmodjo
Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, kemacetan lalu lintas adalah problem rutin, yang sudah dianggap sebagai bagian dari dinamika kehidupan sehari-hari. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat sudah putus asa, sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk menyiasati kemacetan lalu lintas yang sangat merepotkan tersebut. Sebenarnya, secara ekonomi maupun finansial, kerugian akibat kemacetan ini sangat besar, namun tidak banyak orang yang menyadarinya, karena kecuali waktu tempuh yang semakin panjang, bentuk-bentuk kerugian yang lain (seperti pemborosan bahan bakar, peningkatan polusi, peningkatan kecelakaan, kelelahan mental dan fisik, peningkatan gangguan kesehatan, dsb) pada umumnya tidak dirasakan secara langsung.
|
| Terakhir diperbaharui (
09-November-2009 10:49:17 ) |
Selengkapnya...
|
|
Sekretariat Dewan Riset Nasional :
Gedung I BPPT Lt.2. Jl.M.H. Thamrin No.8, Jakarta Pusat 10340
Telp / Fax : (021)3905126 - E-mail : sekretariat@drn.go.id
Dewan Riset Nasional © 2007 http://www.drn.go.id (Hak Cipta dilindungi Undang-Undang)
|
|
|