"Ancaman perang asimetrik (PA) tidak dapat dihadapi dengan cara konvensional, apalagi pendekatan militer, karena PA apalagi yang muncul dan berkembang dari dinamika politik, pada dasarnya harus diatasi dengan pendekatan politik."
(Theo L Sambuaga, Ketua Komisi I DPR, 27 September 2007)
Perhatian terhadap perang asimetrik tampak nyata ketika pejuang Hizbullah dapat meladeni kekuatan militer Israel (Israel Defence Force) dalam perang yang terjadi di pertengahan tahun 2006 lalu. Hizbullah tidak hilang nyali meskipun Israel mengerahkan mesin perang supercanggih seperti F-16 Sufa. Andalan mereka hanya semangat tempur tinggi, roket Katyusha, dan kecerdikan cara menembakkan roket tersebut, yang sempat menimbulkan ketakutan di kalangan warga yang tinggal di wilayah utara Israel.