logorunningtext.jpgSelamat Datang di Situs Resmi Dewan Riset Nasional (DRN) :: Dokumen Keputusan Menteri Riset dan Teknologi No.193/M/Kp/IV/2010 tentang KEBIJAKAN STRATEGIS PEMBANGUNAN NASIONAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TAHUN 2010-2014 dapat di download pada menu "Download"
arrowHalaman Muka arrow Pustaka arrow Terakhir arrow Sistem Inovasi untuk Pembangunan IPTEK Nasional yang lebih Sinergis Senin, 6-September-2010   
Profil DRN
Sejarah
Visi & Misi
Pimpinan DRN
Tugas & Fungsi
Regulasi
Kegiatan DRN
Produk DRN
Komisi Teknis (Komtek)

Anggota DRN
Komtek Ketahanan Pangan
Komtek Energi
Komtek Transportasi
Komtek TIK
Komtek Hankam
Komtek Kesehatan & Obat
Komtek Sains Dasar
Komtek Sosial Kemanusiaan
Statistik Anggota DRN per Komtek

Dewan Riset Daerah

Sekretariat DRN
Struktur Org. Sekretariat DRN
Kegiatan Rapat

Login
Nama
Kata kunci



Link Terkait
Ristek
BPPT
LIPI
Lapan
Batan
Bakosurtanal
BMG

Statistik
OS: Linux h
PHP: 5.0.4
MySQL: 4.1.20
Waktu: 18:13
Anggota: 6
Tertayang: 2494867
Berita: 213
WebLinks: 1

  PDF  Cetak  E-mail

Sistem Inovasi untuk Pembangunan IPTEK Nasional yang lebih Sinergis

foto diskusi sinas.jpgSebuah diskusi panel dilaksanakan di Gedung BPPT R. Komisi 1 pada tanggal 30 Juni 2010 mengetengahkan tema “Revitalisasi Sistem Inovasi di Indonesia”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka Lomba penulisan IPTEK – dalam rangkaian peringatan HAKTEKNAS (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) 2010. Hadir sebagai panelis dalam diskusi antara lain Bapak Dr. Ir. Idwan Suhardi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek dari jajaran Kementrian Riset dan Teknologi, Dr. Ir. Tatang Taufik, M.Sc - Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, dan Dr. Warsito P. Taruna-peneliti/inovator dari Edwar Technology. Sedangkan diskusi pada salah satu sesi dimoderatori oleh Dr. Tusy Adibroto, Sekretaris DRN. Acara dihadiri oleh Ketua DRN, Prof. Andrianto Handojo dan jajaran pejabat KRT dan BPPT serta LPNK lain serta pers terutama dari pers LPNK seperti BATAN, LAPAN, BPPT, dll sebagai bentuk sosialisasi lomba penulisan IPTEK 2010.

Dalam rangkaian diskusi ini, Menteri Riset dan Teknologi Kabinet Indonesia Bersatu, Bapak Suharna Suryapranata membuka acara dan menyampaikan beberapa catatan terkait kondisi dan upaya memperkuat Sistem Inovasi Nasional Indonesia, antara lain:

 

 

-      Terdapat kondisi belum sinergisnya ketiga elemen triple helix (Intelektual, Business, Government) dalam membangun Sistem Inovasi Nasional (SINas) di mana hasil-hasil riset dari penghasil teknologi belum banyak terserap oleh pengguna teknologi (industri). Untuk itu diperlukan pendekatan kesisteman dan kelembagaan untuk mencapai sinergi inovasi, mengingat inovasi bersifat multiaspek dan multipelaku termasuk dalam koordinasi ini adalah kemitraan berbagai lembaga baik pusat dan daerah.

-      Salah satu upaya adalah telah dirumuskan Agenda Riset Nasional 2010-2014 yang memfokuskan kepada 7 Bidang Fokus Riset, yaitu Teknologi 1) Ketahanan Pangan, 2) Energi, 3) Informasi dan Komunikasi, 4) Teknologi dan Manajemen Transportasi, 5) Pertahanan dan Keamanan, 6) Kesehatan dan Obat, serta 7) Material Maju.

-      Sejalan dengan program Presiden SBY, telah dibentuk Komite Inovasi Nasional (KINas).

-      Diperlukan roadmap pembangunan IPTEK yang lebih jelas, saat ini sedang digodok di Kementerian Riset dan Teknologi.

-      Perlu diperhatikan keberlanjutan proyek-proyek penelitian. Sebagai salah satu upaya yang baru-baru ini dilakukan misalnya, beberapa hari yang lalu KRT dan Kemendiknas serta Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat sebuah pilot project pembangun Listrik Tenaga Hibrid (Solar Sel dan Angin) yang dapat  memberikan manfaat bagi para nelayan misalnya dalam membuat es untuk mengawetkan ikan, membantu pertanian serta UMKM. Kegiatan ini melibatkan Perguruan Tinggi daerah dalam upaya kesinambungan kegiatan antara lain dengan memberikan pengarahan melalui lokakarya-lokakarya.

Disampaikan Dr. Tusy Adibroto bahwa kemampuan bangsa dalam menghasilkan karya-karya yang inovatif sangat berpengaruh terhadap daya saing inovasi. Masih rendahnya daya saing bangsa Indonesia yang dicatat di peringkat 54 dari 133 negara lainnya menunjukkan masih rendahnya daya saing inovasi bangsa Indonesia. Padahal banyak sudah hasil penelitian yang berharga (merupakan aset bangsa) yang sayangnya hanya berhenti di tahap prototipe yang seharusnya dikembangkan (scale-up). Hal inilah yang merupakan tugas kita bersama untuk melanjutkanhasil-hail penelitian menjadi suatu produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Dr. Idwan menekankan pentingnya menjaga aset penelitian melalui HAKI sedangkan Dr. Tatang Taufik yang telah menyusun buku SINas sejak 2005 mengingatkan perlunya memberi ruang bagi pengembangan potensi lokal melalui keterlibatan lembaga daerah. Dr. Warsito dalam kapasitasnya sebagai salah satu inovator yang berusaha menjembatani lab dengan pasar menggaris bawahi pentingnya membangun jaringan dan forum komunikasi baik antar sesame penghasil teknologi maupun pengguna teknologi, sebagaimana disampaikannya bahwa kunci SINas adalah network.

Terakhir diperbaharui ( 11-Augustus-2010 15:53:36 )

Sekretariat Dewan Riset Nasional :
Gedung I BPPT Lt.2. Jl.M.H. Thamrin No.8, Jakarta Pusat 10340
Telp / Fax : (021)3905126 - E-mail : sekretariat@drn.go.id
Dewan Riset Nasional © 2007 http://www.drn.go.id (Hak Cipta dilindungi Undang-Undang)